Sekarang umat islam telah tertipu. Untuk kehidupan dunia, umat berusaha sungguh2, mati2an. Padahal kehidupan Dunia ini tidak pasti. Bisa sepuluh tahun, dua puluh tahun atau seratus tahun lamanya kita hidup didunia, tidak pasti.
Tapi kehidupan dunia itu pasti, pasti dan pasti datangnyya. Untuk kehidupan yang pasti ini umat berusaha tidak sungguh2, main2, dan menganggap "entar dulu". Padahal untuk kehidupan akhirat tidak bisa entar-entar, seolah oleh kita mati besok. Untuk kehidupan dunia masih bisa ditunda, sebab kita akan hidup selamanya.
Dunia itu kesenangan yang memperdayakan. Tidak lah kesenangan dunia itu selain sendagurau dan main-main belaka, berbangga bangga tentang banyaknya anak dan harta. Dunia ini tak lebihnya seperti nenek-nenek tua, peot yang dimeka-upin. Dunia ini diperumpamakan oelh Rasulullah seperti seekor bangkai kambing, dan itulah yg diperebutkan oleh manusia samapai bunuh membunuh. Nikmat dunia ini dibandingkan dengan nikmat akhirat kata Allah perumpamaan, jari tangan yg dicelumkan kelaut alalu diangkat, maka air yg melekat pada jari tersebut itulah nikmat dunia, sedangkan nikmat akhirat adalah seluruh air lautan, subahanallah......
Sabtu, 27 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar