Sabtu, 27 Februari 2010

Kehidupan Dunia

Sekarang umat islam telah tertipu. Untuk kehidupan dunia, umat berusaha sungguh2, mati2an. Padahal kehidupan Dunia ini tidak pasti. Bisa sepuluh tahun, dua puluh tahun atau seratus tahun lamanya kita hidup didunia, tidak pasti.
Tapi kehidupan dunia itu pasti, pasti dan pasti datangnyya. Untuk kehidupan yang pasti ini umat berusaha tidak sungguh2, main2, dan menganggap "entar dulu". Padahal untuk kehidupan akhirat tidak bisa entar-entar, seolah oleh kita mati besok. Untuk kehidupan dunia masih bisa ditunda, sebab kita akan hidup selamanya.

Dunia itu kesenangan yang memperdayakan. Tidak lah kesenangan dunia itu selain sendagurau dan main-main belaka, berbangga bangga tentang banyaknya anak dan harta. Dunia ini tak lebihnya seperti nenek-nenek tua, peot yang dimeka-upin. Dunia ini diperumpamakan oelh Rasulullah seperti seekor bangkai kambing, dan itulah yg diperebutkan oleh manusia samapai bunuh membunuh. Nikmat dunia ini dibandingkan dengan nikmat akhirat kata Allah perumpamaan, jari tangan yg dicelumkan kelaut alalu diangkat, maka air yg melekat pada jari tersebut itulah nikmat dunia, sedangkan nikmat akhirat adalah seluruh air lautan, subahanallah......

Sabtu, 13 Februari 2010

Pernikahan dan Cinta

Pernikahan ibarat BENTENG. Yang belum menikah banyak yg ingin masuk. Tetapi bila sudah di dalam sulit untuk keluar. Jadi menikahlah dengan komitment yang benar.

Komitmenyang benar itu adalah:
1. Menikahlah karena cinta. Cinta yang kuat dan benar. Cinta yang telah teruji. Cinta sejati, bukan cinta materi, kedudukan atau alasan selain untuk saling melengkapi.
2. Menikahlah karena ibadah. Bahwa dengan menikah maka disitulah kebahagiaan awal untuk dirajut.

Komitmen yang salah adalah, menkah karena coba-coba, menikah karena nafsu biologis semata, menikah untuk mendapatkan status sosial.

Cinta adalah kerelaan berkorban. Bahwa dengan melayani akan mendapatkan kebahagiaan. Cinta pada apaun dan siapapun pasti harus dengan pengorbanan dan pengabdian.

Kalau kita hitung-hitungan berkorban untuk pasangan kita, maka periksalah cinta itu. CInta itu diragukan. Bahwa kita merasa tersiksa bila mengabdi pada pasangan kita, berarti cinta kita tidak ada.

Perbaikilah cinta. Bisa dengan memperbaiki komitmen. atau dengan membubarkan yang sekarang, bikin komitmen baru yang benar denganyang lain.