Mengusahakan dunia sama seperti kta menanam rumput, maka yang akan tumbuh rumput dan kita akan menuai rumput.
Mengusahakan akhirat sama seperti kita menanam padi, maka yang tumbuh padi dan rumput, dan kita akan mendapatkan padi juga mendapatkan rumput.
Artinya kalo kita cari dunia mati2an siang dan malam, maka yng kita dapat hanya dunia tok. Tapi kalau waktu kita lebih banyak kita sibukkan dengan mencari akhirat, maka yang kita dapat adalah akhirat dan dunia datang dengan sendirinya, mengikiti kita.
Apakah bekerja juga dapat diartikan dalam usaha mencari akhirat ? Bisa ya, Bisa tidak.
PERTAMA;
Niat: Apa niat kita bekerja ? Kalau niatnya untuk menhidupi anak dan istri, maka itu salah. Maka kenyakinan kita telah meleset. Bahwa bukan kita yang mengidupi Anak dan Istri kita, tapi Allah. Tanpa kita atau dengan adanya kita Allah kalau Allah be
rkehendak , maka anak dan isstri kita tetap hidup dan dapat rezeki.
Kita bekerja adalah untuk menunaikan perintah Allah dan mengikuti contoh Rasullullah. Sebab Allah kuasa memberikan rezeki dan kehidupan lewat bekerja ataupun tanpa bekerja. Laa ilaha ilallah.
Apakah ada orang tidak bekerja tapi tetap mendapat rezeki dan hidup ? Banyak. Rasulullah contohnya. Beliau rezekinya sudah dijamin oleh Allah, tapi beliau tetap bekreja untuk mendapatkan upah. atau berdagang untuk mendapatkan kelebihan.
KEDUA
Perilaku dalam bekerja harus memenuhi sikap adil, amanah dan jujur. Kalau salah satu sikap ini dilanggar, maka gugurlah kerja disebut sebagai ibadah. Misalnya tidak adil dalam mengambil keputusan. Keputusan berdasarkan penilaian yang subjektif, like or dislike.
Misalnya diserahi kepercayaan, maka kepercayaan itu diselewengkan untukk mengambil kepentingan pribadi, maka itu disebut ttidak amanah.
Misalnya suka berbohong dan membuat pernyataan2 kosong didalam bekerja yg tentuk akan berakibat buruk baik nnagi dirinya sendiri maupun kepada institusi tempat bekerja.
KETIGA
Tujuan kita bekerja agar kita semakin dekat dengan Allah, semakin tenang beribadah, semakin bertambah amal2 nya. Namun jika ada orang sebelum bekerja rajin sholat berjamaahnya, suka silaturahmi ketetangga-tetangga, rajin membaca Al-qur'an, selalu dzikir pagi & petang, masjid jadi waktu dia habiskan. Namun setelah bekerja, maka baca Qur'annya menjadi hilang, silaturahmi ketetangga-tetangga tidak ada lagi, sholatnya sudah sering dirumah, dzikirnya kosong, maka orang ini dikatakan kerjanya tidak memabawa manfaat tapi membawa mudharat dan itu bukan termasuk ibadah kepada Allah ?
Hayo sekarang mau tanam rumput tumbuh rumput tau tanam padi tunmbuh padi dan rumput ?
Jadi kerja itu hanya memunaikan syariat saja, sebab hakekatnta semua Allah yg mengatur dan telah tentukan. Jadi jangan masukkuan kerja didalam hati. Boleh dipikirkan tapi hanya sampai ditangan lalu buang.
Kamis, 04 Maret 2010
Sabtu, 27 Februari 2010
Kehidupan Dunia
Sekarang umat islam telah tertipu. Untuk kehidupan dunia, umat berusaha sungguh2, mati2an. Padahal kehidupan Dunia ini tidak pasti. Bisa sepuluh tahun, dua puluh tahun atau seratus tahun lamanya kita hidup didunia, tidak pasti.
Tapi kehidupan dunia itu pasti, pasti dan pasti datangnyya. Untuk kehidupan yang pasti ini umat berusaha tidak sungguh2, main2, dan menganggap "entar dulu". Padahal untuk kehidupan akhirat tidak bisa entar-entar, seolah oleh kita mati besok. Untuk kehidupan dunia masih bisa ditunda, sebab kita akan hidup selamanya.
Dunia itu kesenangan yang memperdayakan. Tidak lah kesenangan dunia itu selain sendagurau dan main-main belaka, berbangga bangga tentang banyaknya anak dan harta. Dunia ini tak lebihnya seperti nenek-nenek tua, peot yang dimeka-upin. Dunia ini diperumpamakan oelh Rasulullah seperti seekor bangkai kambing, dan itulah yg diperebutkan oleh manusia samapai bunuh membunuh. Nikmat dunia ini dibandingkan dengan nikmat akhirat kata Allah perumpamaan, jari tangan yg dicelumkan kelaut alalu diangkat, maka air yg melekat pada jari tersebut itulah nikmat dunia, sedangkan nikmat akhirat adalah seluruh air lautan, subahanallah......
Tapi kehidupan dunia itu pasti, pasti dan pasti datangnyya. Untuk kehidupan yang pasti ini umat berusaha tidak sungguh2, main2, dan menganggap "entar dulu". Padahal untuk kehidupan akhirat tidak bisa entar-entar, seolah oleh kita mati besok. Untuk kehidupan dunia masih bisa ditunda, sebab kita akan hidup selamanya.
Dunia itu kesenangan yang memperdayakan. Tidak lah kesenangan dunia itu selain sendagurau dan main-main belaka, berbangga bangga tentang banyaknya anak dan harta. Dunia ini tak lebihnya seperti nenek-nenek tua, peot yang dimeka-upin. Dunia ini diperumpamakan oelh Rasulullah seperti seekor bangkai kambing, dan itulah yg diperebutkan oleh manusia samapai bunuh membunuh. Nikmat dunia ini dibandingkan dengan nikmat akhirat kata Allah perumpamaan, jari tangan yg dicelumkan kelaut alalu diangkat, maka air yg melekat pada jari tersebut itulah nikmat dunia, sedangkan nikmat akhirat adalah seluruh air lautan, subahanallah......
Sabtu, 13 Februari 2010
Pernikahan dan Cinta
Pernikahan ibarat BENTENG. Yang belum menikah banyak yg ingin masuk. Tetapi bila sudah di dalam sulit untuk keluar. Jadi menikahlah dengan komitment yang benar.
Komitmenyang benar itu adalah:
1. Menikahlah karena cinta. Cinta yang kuat dan benar. Cinta yang telah teruji. Cinta sejati, bukan cinta materi, kedudukan atau alasan selain untuk saling melengkapi.
2. Menikahlah karena ibadah. Bahwa dengan menikah maka disitulah kebahagiaan awal untuk dirajut.
Komitmen yang salah adalah, menkah karena coba-coba, menikah karena nafsu biologis semata, menikah untuk mendapatkan status sosial.
Cinta adalah kerelaan berkorban. Bahwa dengan melayani akan mendapatkan kebahagiaan. Cinta pada apaun dan siapapun pasti harus dengan pengorbanan dan pengabdian.
Kalau kita hitung-hitungan berkorban untuk pasangan kita, maka periksalah cinta itu. CInta itu diragukan. Bahwa kita merasa tersiksa bila mengabdi pada pasangan kita, berarti cinta kita tidak ada.
Perbaikilah cinta. Bisa dengan memperbaiki komitmen. atau dengan membubarkan yang sekarang, bikin komitmen baru yang benar denganyang lain.
Komitmenyang benar itu adalah:
1. Menikahlah karena cinta. Cinta yang kuat dan benar. Cinta yang telah teruji. Cinta sejati, bukan cinta materi, kedudukan atau alasan selain untuk saling melengkapi.
2. Menikahlah karena ibadah. Bahwa dengan menikah maka disitulah kebahagiaan awal untuk dirajut.
Komitmen yang salah adalah, menkah karena coba-coba, menikah karena nafsu biologis semata, menikah untuk mendapatkan status sosial.
Cinta adalah kerelaan berkorban. Bahwa dengan melayani akan mendapatkan kebahagiaan. Cinta pada apaun dan siapapun pasti harus dengan pengorbanan dan pengabdian.
Kalau kita hitung-hitungan berkorban untuk pasangan kita, maka periksalah cinta itu. CInta itu diragukan. Bahwa kita merasa tersiksa bila mengabdi pada pasangan kita, berarti cinta kita tidak ada.
Perbaikilah cinta. Bisa dengan memperbaiki komitmen. atau dengan membubarkan yang sekarang, bikin komitmen baru yang benar denganyang lain.
Jumat, 15 Januari 2010
Iman adalah percaya/yakin. percaya pada Allah, percaya pada Malaikat2, percaya pada Nabi2, percaya pada Kitab2 Allah, percaya pada hari kiamat, percaya pada ketentuan baik dan buruk adalah dari Allah.
Iman diucapkan dengan lisan, diyakini dalam hati dan dilakukan dengan perbuatan.
Ciri-ciri orang beriman adalah apabila desebut nama Allah bergetar hatinya. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah bertambah imannya, .........
Iman itu bisa bertambah bisa berkurang. Wajid wa amfus.
Bagaimana menambah iman ?
Iman diucapkan dengan lisan, diyakini dalam hati dan dilakukan dengan perbuatan.
Ciri-ciri orang beriman adalah apabila desebut nama Allah bergetar hatinya. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah bertambah imannya, .........
Iman itu bisa bertambah bisa berkurang. Wajid wa amfus.
Bagaimana menambah iman ?
Langganan:
Komentar (Atom)