Kamis, 04 Maret 2010

Perumpamaan Hidup di Dunia dan di Akhirat

Mengusahakan dunia sama seperti kta menanam rumput, maka yang akan tumbuh rumput dan kita akan menuai rumput.

Mengusahakan akhirat sama seperti kita menanam padi, maka yang tumbuh padi dan rumput, dan kita akan mendapatkan padi juga mendapatkan rumput.

Artinya kalo kita cari dunia mati2an siang dan malam, maka yng kita dapat hanya dunia tok. Tapi kalau waktu kita lebih banyak kita sibukkan dengan mencari akhirat, maka yang kita dapat adalah akhirat dan dunia datang dengan sendirinya, mengikiti kita.

Apakah bekerja juga dapat diartikan dalam usaha mencari akhirat ? Bisa ya, Bisa tidak.

PERTAMA;
Niat: Apa niat kita bekerja ? Kalau niatnya untuk menhidupi anak dan istri, maka itu salah. Maka kenyakinan kita telah meleset. Bahwa bukan kita yang mengidupi Anak dan Istri kita, tapi Allah. Tanpa kita atau dengan adanya kita Allah kalau Allah be
rkehendak , maka anak dan isstri kita tetap hidup dan dapat rezeki.

Kita bekerja adalah untuk menunaikan perintah Allah dan mengikuti contoh Rasullullah. Sebab Allah kuasa memberikan rezeki dan kehidupan lewat bekerja ataupun tanpa bekerja. Laa ilaha ilallah.

Apakah ada orang tidak bekerja tapi tetap mendapat rezeki dan hidup ? Banyak. Rasulullah contohnya. Beliau rezekinya sudah dijamin oleh Allah, tapi beliau tetap bekreja untuk mendapatkan upah. atau berdagang untuk mendapatkan kelebihan.

KEDUA
Perilaku dalam bekerja harus memenuhi sikap adil, amanah dan jujur. Kalau salah satu sikap ini dilanggar, maka gugurlah kerja disebut sebagai ibadah. Misalnya tidak adil dalam mengambil keputusan. Keputusan berdasarkan penilaian yang subjektif, like or dislike.
Misalnya diserahi kepercayaan, maka kepercayaan itu diselewengkan untukk mengambil kepentingan pribadi, maka itu disebut ttidak amanah.
Misalnya suka berbohong dan membuat pernyataan2 kosong didalam bekerja yg tentuk akan berakibat buruk baik nnagi dirinya sendiri maupun kepada institusi tempat bekerja.

KETIGA
Tujuan kita bekerja agar kita semakin dekat dengan Allah, semakin tenang beribadah, semakin bertambah amal2 nya. Namun jika ada orang sebelum bekerja rajin sholat berjamaahnya, suka silaturahmi ketetangga-tetangga, rajin membaca Al-qur'an, selalu dzikir pagi & petang, masjid jadi waktu dia habiskan. Namun setelah bekerja, maka baca Qur'annya menjadi hilang, silaturahmi ketetangga-tetangga tidak ada lagi, sholatnya sudah sering dirumah, dzikirnya kosong, maka orang ini dikatakan kerjanya tidak memabawa manfaat tapi membawa mudharat dan itu bukan termasuk ibadah kepada Allah ?

Hayo sekarang mau tanam rumput tumbuh rumput tau tanam padi tunmbuh padi dan rumput ?
Jadi kerja itu hanya memunaikan syariat saja, sebab hakekatnta semua Allah yg mengatur dan telah tentukan. Jadi jangan masukkuan kerja didalam hati. Boleh dipikirkan tapi hanya sampai ditangan lalu buang.